Artikel
- Details
- Written by: Ray Arya
- Category: Articles
- Hits: 135
Fake DJ Dapat Membahayakan Real DJ
Jangan gunakan istilah FDJ lagi meskipun ia DJ wanita, maka cukup sebutlah ia sebagai DJ saja karena dari namanya pun sudah tau ia pasti DJ perempuan. Misal DJ Cindy, pasti perempuan, ga perlu tambah F. Kalo semua ada tambah F jadinya nanti ada Fdokter, Fdriver, Fkeyboardist dll, ga lucu kan. Istilah FDJ itu adalah gimmick marketing yang bodoh di Indonesia. Semua orang tau diluar negeri sana bahwa FDJ itu adalah istilah buat Fake DJ yang diperuntukan bagi orang yang melakukan kegiatan seolah olah dia adalah seorang DJ padahal tidak sama sekali ( F = fake = palsu )
Fake DJ ini membahayakan bagi dunia dj dan entertainment di negara tsb. Rate fee dj lokal jadi rusak, kualitas bermusik yang itu itu aja tanpa ada perkembangan genre dan yang fatal adalah dance scene lokal beda jauh dengan jika kita melihat atau kedatangan dj lain dari luar negeri. Tapi Fake DJ bukan di Indonesia aja , diluar negeri juga ada tapi lebih sedikit.
Secara kasat mata bagi orang awam ia akan terlihat sama dengan dj pada umumnya. Memutar lagu remix dan dance. Tapi ya justru itu belangnya karena hanya itu bisanya, Yuk simak artikel ini cara membedakan Fake DJ supaya kamu ga tertipu belajar jadi Fake DJ atau jadi crowd dan EO yang keluar duit mahal cuma buat lihat Fake DJ,
Cara membedakan Fake DJ dengan Real DJ:
- Details
- Written by: Ray Arya
- Category: Articles
- Hits: 136
Apa itu DJ? DJ adalah sebutan bagi orang yang berprofesi sebagai pemadu lagu live nonstopmix alias DIsc Jockey atau deejay atau juga DJ.
Tugas paling basic dari seorang DJ adalah harus mampu melakukan mixing antara satu lagu dengan lagu lainnya secara nonstop mix dengan berbagai genre, menguasai penuh alat dj yang digunakannya sambil menunjukan skillnya yang unik agar crowd menjadi senang mengikuti irama dan energi lagu secara LIVE. Kelihatannya simple ya tapi simak dulu apa sebenarnya tugas lain dari DJ di artikel ini.

Di era 70-90an DJ adalah karir yang langka. Karena di era tersebut Turntable (pemutar piringan hitam) diciptakan memang bukan untuk ngeDJ melainkan hanya player musik biasa. Thanks kepada DJ Cool Herc yang sudah menciptakan profesi DJ ini walapun saat itu DJ benar benar harus mengasah skill meskipun untuk mixing saja harus sangat peka karena jaman tersebut belum diciptakan laptop, tidak ada layar di alat sehingga angka bpm kecepatan lagu dan grafik sama sekali tidak ada, Tanpa bala bantuan apapun, DJ harus mampu mixing tanpa bpm dan grafik dan mengetahui key dan energi lagu. Mixer pun hanya standar tanpa ada tombol FX kala itu, FX dibuat secara manual dengan trik khusus. Benar benar Real DJ , Real Skills..